me, my self and mine

@ulyauhirayra

  • ask me :)
  • Archive
  • Random
  • Mobile
  • Navigate

Theme by Caroline Tucker.
Powered by Tumblr.

RSS
Twitter

“Menjadikanmu sebagai pilihan satu-satunya itu urusanku. Urusanmu hanya menganggapku tidak ada.”

  • May. 3, 2013 @ 3:46

“Jika bukan kamu, mungkin rasanya akan biasa-biasa saja.”

  • May. 3, 2013 @ 3:45

“Mungkin lebih baik aku menyerah, sebelum hatiku kian terbelah. Bukan, aku bukan mengalah: aku telah kalah. Sebut aku lemah, payah. Terserah.”

  • May. 3, 2013 @ 3:35

Mungkin Ini yang Mereka Sebut Pengingkaran Hati

Hai, kamu. Sudah lama ya kita tidak saling bercerita. Kali ini apa kamu masih mau mendengarkan ceritaku? Tidak, kok. Ceritaku sudah bukan tentang dia lagi. Kamu pasti bosan, kan, kalau aku menceritakan dia melulu? Kau benar. Aku, seperti kata orang kebanyakan, telah move on. Akhirnya, ya? setelah sekian lama. :)

Tapi, kamu tahu apa masalah yang terjadi? Sepertinya … aku telah salah arah. Sepertinya kejadian lama akan terulang, lagi dan lagi. Iya, kamu benar. Sepertinya, maksudku, 99% dari skala 100%, hatiku akan terjatuh lagi tanpa tertangkap. Miris, ya? Lagi-lagi aku menyukai orang yang salah. Lagi-lagi aku menyerahkan hatiku utuh pada seseorang yang sudah pasti tidak akan menjaganya baik-baik, bahkan mungkin, menyentuhnya saja dia sudah enggan. :)

Pedih memang, kadang-kadang. Tapi ya mau bagaimana. Dari sini aku mengerti bahwa seseorang yang biasa saja tidak pantas menyukai duluan. Tidak pernah pantas,karena menyukai duluan sama saja dengan melukai hati sendiri. Menyukai duluan berarti telah siap untuk terluka lagi. Benar begitu, kan? :)

Aku sudah berusaha mengingkari hatiku sendiri. Aku sudah berusaha menciptakan penolakan tiap kali namanya disebut. Aku sudah berusaha sekuat yang aku mampu untuk menghapus bayangannya dari benakku. Aku sudah berusaha untuk tidak sesenang itu saat sudut mataku tak sengaja melihat dia. Aku sudah berusaha sekeras mungkin untuk bertingkah biasa saja saat berada di dekatnya. Aku sudah berusaha mengikis rasa yang entah sejak kapan itu sudah mulai tumbuh dan memenuhi seluruh celah hatiku. Aku sudah berusaha, kamu dengar? Aku sudah berusaha.

Aku sudah berusaha, tapi nyatanya aku gagal. :)

Sekarang, aku harus bagaimana?

Aku harus bagaimana?

Aku lelah terluka. Aku lelah harus memulai semuanya dari awal lagi. aku lelah mengulangi kisah picisan itu; menyukai seseorang yang tidak akan pernah menyukaiku. Aku lelah menjadikan pilihan satu-satunya seseorang yang bahkan tidak menjadikanku sebagai cadangan kesekian di hidupnya. Aku lelah, kau tahu?

Ah, sudahlah. Hubungi aku lagi nanti, ya. Aku lega sudah bercerita padamu. Setidaknya, lewatmu aku tahu kalau masih ada orang yang mempedulikan aku. Terima kasih. Sungguh terima kasih. :)

Sincerely,

Satu-satunya orang yang kau lihat ketika kau melihat cermin.

 

  • Apr. 24, 2013 @ 6:05  ♥ 1

“Seandainya menghapus rasa suka ke kamu itu semudah menghapus postingan di Tumblr, ya. Iya.”

— #halah

  • Apr. 22, 2013 @ 23:28  ♥ 1

“Tugasku hanya menunggu, tugasmu tak pernah datang.”

— @Raesaka

  • Apr. 22, 2013 @ 23:09

“Aku bisa apa kalau nyatanya hatimu lebih memilih dia.”

  • Apr. 22, 2013 @ 22:58  ♥ 2

“Atas nama terluka, aku menyukai perjuanganmu untuknya.”

  • Apr. 22, 2013 @ 22:25

“Hari ini, 23 April, adalah hari buku sedunia. Selamat hari buku. #WorldBookDay”

  • Apr. 22, 2013 @ 22:11

“Atas nama tersiksa, aku menyukai tatapan dinginmu tiap kali kita bertemu.”

  • Apr. 22, 2013 @ 22:09

“Atas nama tersiksa, aku menyukai senyummu untuknya.”

— Raesaka Yunus.

  • Apr. 22, 2013 @ 5:52

“… Maka berhentilah sebelum rasa ini menjadi semakin dalam. Berhenti membuatku semakin menyukaimu. Berhentilah.”

— permintaanku tidak sulit, kan?

  • Apr. 22, 2013 @ 5:51

“Bisa tidak aku minta kamu berhenti? Berhenti menyapaku, berhenti membuatku tertawa, berhenti menatapku seperti itu; seperti kau rela menyerahkan seluruh hatimu untukku. Aku mohon. Berhentilah. Berhentilah sebelum rasa ini menjadi semakin dalam. Berhentilah membuatku semakin menyukaimu. Berhentilah….”

— berhentilah …

  • Apr. 22, 2013 @ 5:29  ♥ 1

“Tugasku hanya mendoakan kebahagiaanmu, tugasmu bahagia bersama dia.”

  • Apr. 22, 2013 @ 1:58

“Mudah saja sebuah hati terjatuh, tanpa etika, tanpa peringatan. Mungkin itulah yang membuat hati seringkali terluka. Jatuh tanpa tertangkap.”

— Fiersa Besari.

  • Apr. 22, 2013 @ 1:15
  • Older
  • Newer