Hai, kamu. Sudah lama ya kita tidak saling bercerita. Kali ini apa kamu masih mau mendengarkan ceritaku? Tidak, kok. Ceritaku sudah bukan tentang dia lagi. Kamu pasti bosan, kan, kalau aku menceritakan dia melulu? Kau benar. Aku, seperti kata orang kebanyakan, telah move on. Akhirnya, ya? setelah sekian lama. :)
Tapi, kamu tahu apa masalah yang terjadi? Sepertinya … aku telah salah arah. Sepertinya kejadian lama akan terulang, lagi dan lagi. Iya, kamu benar. Sepertinya, maksudku, 99% dari skala 100%, hatiku akan terjatuh lagi tanpa tertangkap. Miris, ya? Lagi-lagi aku menyukai orang yang salah. Lagi-lagi aku menyerahkan hatiku utuh pada seseorang yang sudah pasti tidak akan menjaganya baik-baik, bahkan mungkin, menyentuhnya saja dia sudah enggan. :)
Pedih memang, kadang-kadang. Tapi ya mau bagaimana. Dari sini aku mengerti bahwa seseorang yang biasa saja tidak pantas menyukai duluan. Tidak pernah pantas,karena menyukai duluan sama saja dengan melukai hati sendiri. Menyukai duluan berarti telah siap untuk terluka lagi. Benar begitu, kan? :)
Aku sudah berusaha mengingkari hatiku sendiri. Aku sudah berusaha menciptakan penolakan tiap kali namanya disebut. Aku sudah berusaha sekuat yang aku mampu untuk menghapus bayangannya dari benakku. Aku sudah berusaha untuk tidak sesenang itu saat sudut mataku tak sengaja melihat dia. Aku sudah berusaha sekeras mungkin untuk bertingkah biasa saja saat berada di dekatnya. Aku sudah berusaha mengikis rasa yang entah sejak kapan itu sudah mulai tumbuh dan memenuhi seluruh celah hatiku. Aku sudah berusaha, kamu dengar? Aku sudah berusaha.
Aku sudah berusaha, tapi nyatanya aku gagal. :)
Sekarang, aku harus bagaimana?
Aku harus bagaimana?
Aku lelah terluka. Aku lelah harus memulai semuanya dari awal lagi. aku lelah mengulangi kisah picisan itu; menyukai seseorang yang tidak akan pernah menyukaiku. Aku lelah menjadikan pilihan satu-satunya seseorang yang bahkan tidak menjadikanku sebagai cadangan kesekian di hidupnya. Aku lelah, kau tahu?
Ah, sudahlah. Hubungi aku lagi nanti, ya. Aku lega sudah bercerita padamu. Setidaknya, lewatmu aku tahu kalau masih ada orang yang mempedulikan aku. Terima kasih. Sungguh terima kasih. :)
Sincerely,
Satu-satunya orang yang kau lihat ketika kau melihat cermin.
— #halah
— @Raesaka
— Raesaka Yunus.
— permintaanku tidak sulit, kan?
— berhentilah …
— Fiersa Besari.